Carmen menceritakan bahwa awalnya ia sempat tak direstui orangtuanya untuk ikut audisi jadi idol K-pop. "Katanya waktu awal dulu katanya orangtua nggak setuju?" tanya Indra Herlambang dalam wawancara di Insertlive. Carmen mengatakan "Iya, Awalnya (orang tua) nggak setuju, karena aku nggak pernah tampil di depan mereka. Tiba-tiba ikut audisi padahal nggak pernah nyanyi, nggak pernah dance, jadi mereka kayak kaget gitu. Tapi kakakku yang perempuan kasih tahu (orang tua), Kalau Carmen nih sebenarnya punya potensi, cuman malu di tunjukin, jadi gitu deh. (Orangtua) dikasih tahu tentang K-Pop lalu di kasih pergi. Cuman kalau dalam 1 tahun capek dan nggak kuat, balik saja ke Indonesia. Aku ngerasa mimpi ku jadi IDOL, jadi aku lanjut terus sampai sekarang."
Cerita Carmen selama jadi trainee juga sangat berat karena ia terkendala bahasa, Ia mengaku bahasa Korea bukan bahasaku, bukan bahasa ibu. Jadi awalnya kalau setiap ngomong sama member lain/trainee lain selalu pakai google translate/papago. Selain bahasa, Carmen akui tidak punya dasar sama sekali terkait menari. "Karena aku nggak ada dasar dance, jadi aku belajar dasar dance benar-benar dari nol. Di SM itu banyak kayak les gitu, lesson balet, nyanyi, dance, bahasa, pokoknya banyak banget. Aku harus ngikutin satu-satu, benar-benar waktu tuh jalannya cepat banget waktu jadi trainee, waktu tuh semua nggak ada yang kebuang, dari pagi sampai ketemu pagi," ungkap Carmen.
cr.h2hbase,tribun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar